Braya HUB
Maret 2026: Musim THR Dimulai, Jangan Sampai HR Salah Perhitungan!

Hai, Sobat Braya! Sekarang sudah memasuki bulan Maret nih, banyak perusahaan di Indonesia mulai bersiap menghadapi salah satu agenda tahunan yang krusial, salah satunya adalah pembagian Tunjangan Hari Raya (THR). Bagi pekerja, tentunya THR sangat ditunggu-tunggu. Hanya saja bagi tim HR, periode ini seperti deadline dan perlu ketelitian ekstra, yang mana akan menimbulkan potensi risiko apabila perhitungan tidak dilakukan secara akurat.
Di tingkat nasional, isu mengenai keterlambatan dan ketidaktepatan perhitungan THR selalu menjadi sorotan, terutama karena regulasi Indonesia sudah sangat tegas. Perusahaan wajib memberikan THR sesuai aturan pemerintah.

Kedengarannya memang sederhana, tetapi praktiknya bisa jadi tidak sesederhana itu. Apalagi ketika jumlah pekerja mencapai ratusan atau ribuan.
Mengapa Perhitungan THR Sering Jadi Masalah?
- Tingginya Risiko Human Error
Pada perhitungan THR prorate, akurasi data masa kerja menjadi hal yang penting. Banyak HR mengeluhkan bahwa kesalahan input angka atau salah menarik data masa kerja bisa membuat selisih perhitungan. Akibatnya, pekerja dapat melaporkan perusahaan ke Kemenaker.
- Waktu Proses Sangat Panjang
Perusahaan besar yang menghitung THR secara manual sering menghabiskan waktu berhari-hari. Semakin lama prosesnya, semakin besar risiko terjadinya keterlambatan distribusi THR, yang bisa berujung sanksi administratif hingga denda sampai 5% dari total THR yang harus dibayarkan.
- Status Pekerja Tidak Terupdate
THR sangat terkait dengan status kepegawaian. Masalah yang sering muncul antara lain:
- Pekerja baru belum masuk database THR
- Pekerja resign masih ikut dihitung
- Pekerja kontrak yang diperpanjang, tetapi belum tercatat
Ketidakakuratan status ini bisa membuat perhitungan THR salah dan memicu konflik dalam perusahaan yang disebut dispute internal. Pada titik ini, Sobat Braya jadi lebih paham bahwa dengan tekanan waktu dan ketelitian yang tinggi, HR jadi rentan burnout di periode ini.
Bagaimana Solusinya?
- Pastikan Kebijakan Internal & Data HR Selalu Terupdate
HR harus memastikan bahwa seluruh dokumen pendukung, mulai dari struktur gaji, aturan tunjangan tetap, perubahan status pekerja, hingga penyesuaian kontrak selalu diperbarui sebelum masa perhitungan THR dimulai. Sehingga, kebijakan internal rapi dan data HR yang selalu up-to-date, keterlambatan atau kesalahan perhitungan THR dapat diminimalisir.
- Otomatisasi Perhitungan THR
Perusahaan dapat mengurangi risiko salah hitung sekaligus mempercepat proses melalui otomatisasi perhitungan THR, khususnya untuk pegawai dengan masa kerja kurang dari 12 bulan yang perhitungannya mengikuti formula prorate. Jika sistem yang digunakan tepat, HR hanya perlu memvalidasi data tanpa harus menghitung satu per satu.
- Gunakan Fitur THR Otomatis di BRAYA HRIS
BRAYA HRIS menyediakan fitur Tunjangan Hari Raya yang menghitung THR secara otomatis, termasuk prorate, hanya dengan beberapa klik. HR tidak perlu lagi membuat rumus Excel, tidak perlu cross-check manual, dan tidak perlu takut salah hitung.
Keunggulannya:
- Menghitung THR otomatis berbasis masa kerja & komponen upah.
- Mengurangi risiko keterlambatan pembayaran.
- Menghemat jam kerja HR secara signifikan.
Output langsung siap diproses di payroll.

Sobat Braya bisa mencobanya secara langsung melalui demo BRAYA dengan menjadwalkan demo terlebih dahulu melalui: https://braya.sadhana-corp.id/jadwal-kami/
Musim THR tidak perlu lagi menjadi masa penuh tekanan. Otomasi membantu menjaga kepatuhan aturan, mengurangi risiko kesalahan, dan memastikan karyawan menerima haknya dengan tepat. BRAYA HRIS hadir sebagai mitra terpercaya agar tim HR dapat melalui periode sibuk ini dengan lebih tenang, cepat, dan akurat.

